Jupp Heynckes secara tak langsung mengonfirmasikan bahwa dirinya akan pensiun setelah ikatan kerjanya sebagai arsitek Bayern Munich kedaluwarsa akhir musim ini.

Sirkulasi rumor dalam beberapa bulan terakhir mengait-ngaitkan pelatih veteran 68 tahun yang bakal digantikan Pep Guardiola itu dengan sejumlah klub top, termasuk Real Madrid, yang pernah diantarnya menjuarai Liga Champions 1998.

Tapi Heynckes merasa terlalu tua untuk kembali melatih di luar negeri, sementara di Jerman sendiri tak ada lagi tantangan menarik buatnya setelah menghabiskan dua tahun terakhir di Allianz Arena.

"Laga Sabtu di Monchengladbach akan menjadi laga Bundesliga terakhir saya sebagai pelatih. Jika Anda telah bekerja di level tertinggi di Bayern selama dua tahun terakhir dan sangat sukses, tak ada alternatif menarik di Bundesliga," ucap Heynckes di konferensi pers.

"Dan jika saya 10 atau 15 tahun lebih muda, saya pasti akan mempertimbangkan untuk pindah ke luar negeri. Tapi saya sama sekali tak menjadi lebih muda."

"Bayern ingin memulai sebuah era baru dan Anda tak bisa melakukan itu dengan dipimpin seseorang berusia 68 tahun," tutupnya.

Akhir sempurna untuk karier kepelatihan yang telah dimulai sejak 1979 menanti Heynckes jika ia dapat menundukkan Borussia Dortmund di final Liga Champions dan VfB Stuttgart di babak pamungkas DFB-Pokal.

Dua trofi tersebut akan melengkapi titel Deutscher Meister yang telah direbut The Bavarians sejak jauh hari sekaligus mewujudkan prestasi historis treble winners.