MALANG - Pertandingan ujicoba antara Arema-Pelita kontra Persegres Gresik bakal menjadi ujicoba termahal sebelum kompetisi musim ini berlangsung. Tanpa embel-embel turnamen dan hanya laga pemanasan pra musim biasa, Arema-Pelita kontra Persegres bernilai tak kurang Rp30 miliar.

Itu jika dihitung dari dana yang digelontorkan kedua klub untuk membangun tim menatap Indonesia Super League (ISL) 2012-2013. Persegres hingga saat ini telah menghabiskan Rp12 miliar untuk menata tim yang diarsiteki Suharno. Arema-Pelita jauh lebih menjulang dari angka itu.

Perpaduan tim Arema ISL dan Pelita Jaya diprediksi bernilai di kisaran Rp18 miliar. Bahkan untuk pemain kontrak pemain non-lokal saja di perkirakan menghabiskan minimal Rp8 miliar. Mereka adalah Safee Sali, Kayamba Gumbs, Thierry Gathuesi, hingga pemain naturalisasi macam Greg Nwokolo dan Victor Igbonefo.

Arema-Pelita dan Persegres juga mewakili klub terkaya di Jawa Timur dengan modal yang di atas rata-rata. Persegres minimal menganggarkan Rp20 miliar untuk semusim, sedangkan Arema-Pelita menyediakan uang segar Rp40 miliar jika rencana merger kedua tim berlangsung mulus November nanti.

“Arema-Pelita adalah perpaduan dua tim bagus dan sejak semula saya memang ingin berujicoba di Stadion Kanjuruhan. Saya rasa semua tentu mengunggulkan Arema-Pelita karena pemain dan pelatihnya luar biasa. Itu bisa menjadi ujian yang bagus untuk mental anak-anak,” ungkap Suharno.

Disebut masuk kategori tim kaya, Suharno justru merendah. Menurutnya berapa banyak dana yang tersedia tidak pernah menjadi pikirannya selama ini. Dia hanya terkonsentrasi membangun tim yang efektif dan sesuai kebutuhan, agar bisa memenuhi target menembus papan atas ISL 2012-2013.

Suharno membuktikan itu dengan tidak bernafsu memboyong pemain bintang walau dana belanja masih tersedia. Untuk pemain lokal, maksimal hanya sekelas Dirga Lasut dan Siswanto. Persegres agak mentereng di pemain asing, dengan merekrut Aldo Baretto dan Park Chul Hyung.

Sementara, Pelatih Arema-Pelita Rahmad 'RD' Darmawan mengatakan, secara umum Arema-Pelita tidak banyak mengobral uang untuk belanja musim ini. Sebab rata-rata pemain yang ada sudah berada di klubnya masing-masing sebelumnya yang kemudian digabung.

“Kalau dihitung dari pengeluaran transfer, sebenarnya tim ini belum terlalu besar. Pemain yang ada merupakan bawaan klub Arema dan Pelita Jaya. Mungkin terlihat mahal karena mereka digabung menjadi satu. Hanya ada beberapa yang berstatus pemain baru,” ungkap RD.

Memang, sejak tim latihan bersama di Stadion Kanjuruhan, hanya pemain asing Thierry Gathuesi yang bergabung setelah kedua tim menyatu. Sedangkan pemain asing lain maupun lokal adalah bawaan kedua klub sebelum Arema-Pelita menandatangani perjanjian kerjasama yang mengarah ke merger bulan lalu.

RD juga mengatakan, besaran dana yang dikeluarkan klub belum menjamin prestasi bakal mengikuti. “Semua butuh kerja keras. Dana memang penting untuk membangun tim, tapi bukan menjadi kunci satu-satunya untuk meraih prestasi. Jika dana sudah ada, maka selanjutnya tergantung tim sendiri,” pesannya.

Tim gabungan Arema-Pelita bisa menjadi tim termahal di ISL musim depan karena sebagian besar dihuni pemain kelas atas. Dan, pertandingan ujicoba menghadapi Persegres Gresik akhir pekan ini menjadi ujicoba yang mempertemukan dua tim yang berpotensi menjadi raksasa musim depan.