LAMONGAN - LA Mania, supporter fanatik Persela Lamongan, tampaknya sudah bisa bernafas lega. Bertarung di Indonesia Super League (ISL) musim depan, timnya mendapat pelatih cukup berbobot. Dia adalah Gomez de Oliviera, mantan pelatih Persiwa Wamena.

Gomez bakal meneruskan tugas Miroslav Janu yang memilih menyeberang ke Persebaya Surabaya versi Divisi Utama (DU). Kedatangan Gomez sudah diprediksi beberapa pekan sebelumnya, karena pelatih asal Brasil inilah yang menempati urutan teratas target Persela Lamongan.

Gomez telah melakukan presentasi terkait konsep kepeltihannya di depan Bupati Lamongan Fadeli serta manajemen Persela Lamongan, Senin (22.10). Manajemen pun langsung menilai paparan yang dibeberkan Gomez sangat menarik dan cocok untuk tim Laskar Joko Tingkir.

“Konsepnya sangat menarik dan sesuai dengan pemikiran Persela Lamongan. Baik dalam membangun tim, pembinaan pemain muda, serta target prestasi ke depan, semuanya bagus. Itulah alasannya kami mempertimbangkan Gomez sebagai kandidat utama pelatih Persela,” ungkap Asisten Manajer Persela Yuhronur Efendi.

Yuhronur juga mengaku senang akhirnya menemukan pengganti sepadan setelah Miroslav Janu tidak meneruskan karir di Lamongan. Sebelumnya dia mengakui manajemen ingin terus memakai Miro karena telah berjasa memberikan prestasi terbaik sepanjang sejarah Persela, yakni posisi empat di klasemen akhir ISL 2011-2012.

Sebagai pelatih asing. Gomez yang semasa menjadi pemain pernah berkarir di Petrokimia Putra dan Persebaya Surabaya ini dianggap mempunyai prospek cerah. Puncaknya ketika mengawal Persiwa Wamena dan membawa tim Papua itu ke papan atas ISL musim lalu.

“Dia pelatih yang memahami karakter sepakbola Indonesia, karena memang sudah kenal sepakbola Indonesia sejak menjadi pemain. Kami berharap pencapaian dia lebih baik lagi dibanding Miroslav janu. Tapi kami tetap berterima kasih kepada Miro yang memberikan prestasi membanggakan musim lalu,” ungkap Yuhronur.

Sementara, Gomez sendiri menyatakan menjadi pelatih Persela merupakan tantangan menarik baginya. Menurutnya sudah lama dia ingin melatih klub kebanggaan Kota Soto yang dianggapnya mempunyai potensi untuk menjadi tim besar, terutama aspek keseriusan manajemen dan supporter fanatik.

“Sudah saatnya Persela Lamongan menjadi klub yang lebih baik dan berada di papan atas ISL. Prestasi Persela musim lalu sangat impresif dan itu sangat bagus untuk musim depan. Saya akan berupaya meningkatkan itu dan jelas ini tantangan baru yang sangat menarik,” ungkap pelatih kelahiran 1962 tersebut.

Kendati antara Gomez dan manajemen sudah mencapai kesepakatan, hingga berita diturunkan belum ada tandatangan kontrak, Manajemen memastikan kontrak akan segera dilakukan, mengingat mulai pekan depan pelatih anyar sudah mulai menggelar latihan.

Manajemen juga tertutup soal berapa nilai kontrak yang diminta Gomez de Oliviera selama semusim di Persela. Hanya saja sumber di internal Persela mengatakan Gomez meminta kontrak tak kurang dari Rp800 juta per musim, plus fasilitas seperti kendaraan dan rumah sewa.

Tak menutup kemungkinan Gomez juga merekomendasi sejumlah pemain untuk dibawa ke Stadion Surajaya. Sebab manajemen sudah memutuskan tidak menggelar seleksi secara terbuka untuk perekrutan pemain anyar. Seleksi hanya terbatas pada pemain yang diundang.