JAKARTA - Kisruh dualisme di tubuh Persija Jakarta, akhirnya mendapat titik terang. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, pada akhirnya memutuskan untuk memenangkan gugatan Persija Jakarta di bawah komando Ferry Paulus.

Dari putusan yang diambil, majelis hakim pun menetapkan tiga pokok utama keputusan. Pertama, PT Persija Jaya yang selama ini dipimpin Hadi Basalamah bukanlah administrator Persija Jakarta. Kedua, PT Persija Jaya tidak berhak menggunakan nama Persija Jakarta di kompetisi manapun.

Adapun keputusan ketiga yang dikeluarkan oleh hakim adalah, PT Persija Jaya harus membatalkan pendaftaran atas nama Persija Jakarta di kompetisi Indonesia Premier League (IPL) musim 2011/2012. Dengan adanya keputusan ini, Persija di bawah pimpinan Hadi pun diwajibkan untuk merubah nama Persija yang musim lalu diperkuat Diego Michiels dkk.

"Kami sangat bersyukur atas keputusan yang telah diputuskan ini. Kebenaran itu tidak bisa diselewengkan. Dan kini semuanya sudah terbukti dengan adanya keputusan hakim memenangkan Persija Jakarta," ungkap Ferry, ketua umum (ketum) Persija yang saat ini berkompetisi di Indonesia Super League (ISL).

Konflik dualisme yang dialami Persija sendiri terjadi saat PSSI memutuskan jika Persija di bawah pimpinan Hadi yang berhak berkompetisi di level tertinggi. Namun yang jadi terasa janggal saat itu, poin Persija di bawah komando Ferry jauh lebih tinggi saat AFC datang untuk memberikan penilaian jelang diputarkanya musim kompetisi 2011/2012.

Dengan adanya kejanggalan tersebut, Persija di bawah Ferry membawa masalah tersebut ke pengadilan negara. Proses yang masuk ke pengadilan sendiri berjalan cukup berliku. Sidang sendiri pertama kali di gelar pada 7 Desember 2011 dengan agenda mediasi antara kedua pihak. Putusan pun akhirnya dijatuhkan dengan kemenangan Persija pimpinan Ferry.

Dengan adanya putusan tersebut, Ferry yang juga mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI dimasa kepemimpinan Nurdin Halid menegaskan, jika hal ini sebagai tamparan bagi PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin. PSSI pun diminta lebih introfeksi lagi dalam mengambil setiap keputusan.

"Ada pesan moral untuk PSSI yang telah mengkloning Persija. Saat ini hal itu telah terbukti jika dari awal mereka telah melakukan banyak sekali kesalahan. PSSI sendiri harus instropeksi dalam mengambil segala keputusan," tandas Ferry.