BOJONEGORO – Persibo Bojonegoro sejauh ini belum menentukan pelatih musim depan, walau disebut-sebut sudah dekat dengan Raja Isa. Kendati belum memiliki pelatih, Persibo masih mempunyai obsesi yang sama dengan musim lalu kala masih dikawal pelatih Paulo Camargo.

Musim depan, Persibo berambisi terus mengorbitkan pemain berbakat untuk bisa masuk tim nasional (Timnas) berbagai level. Ambisi itu sudah terpenuhi musim lalu, dengan dipanggilnya pemain seperti Novan Setya, Nur Iskandar, Jajang Paliama, Samsul Arif, serta Sigit Meiko Susanto.

Pelatih Paulo Camargo yang berjuang keras memberi mereka kepercayaan akhirnya terbayar dengan status timnya. Sayang kebanggaan itu hanya bersifat sementara karena mereka memutuskan tidak meneruskan karirnya di Persibo dan pilih mencari tantangan baru di klub lain.

Di Indonesian Premier League (IPL) musim depan, belum terlalu kentara bagaimana kekuatan Persibo. Namun manajemen Laskar Angling Dharma nantinya akan meminta pelatih baru untuk terfokus pada pengembangan bakal lokal Persibo untuk diorbitkan ke level Timnas.

“Obsesi kami tetap seperti itu, mendidik pemain dan kalau bisa sampai dipanggil timnas. Kami akan meminta pelatih untuk konsentrasi pada perkembangan pemain, terutama pemain asli didikan Persibo Bojonegoro. Ada beberapa pemain yang berpotensi masuk timnas, baik senior maupun junior,” terang Nur Yahya, Manajer Persibo Bojonegoro.

Pemain yang dimaksud adalah Wahyu Teguh, Bijahil Chalwa, Syahroni, Happy Kurniawan, serta sejumlah pemain muda yang pilih bertahan di Stadion Letjen H Soedirman. Manajemen yakin mereka mempunyai potensi untuk naik ke level yang lebih tinggi.

Nur yahya tak memungkiri, konsep yang dibawa Paulo Camargo musim lalu bisa diadopsi pelatih berikutnya. Selain berpikir prestasi tim, Camargo juga memikirkan kelanjutan karir pemain-pemainnya. Pelatih asal Brasil itu juga menargetkan ada pemain yang dipanggil timnas.

“Tidak banyak pelatih yang ngotot pemainnya harus masuk timnas seperti Camargo, selain harus memikirkan prestasi tim. Saya berharap pelatih Persibo yang baru nanti juga membawa misi sama. Jujur saja itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi klub,” tambah Yayak, panggilan Nur Yahya.

Sementara, obsesi yang sama juga diusung salah satu pemain muda Persibo Wahyu Teguh. Pemain yang sudah diberi kesempatan masuk tim utama musim lalu ini pilih bertahan di Bojonegoro karena memandang kesempatan untuk lebih berkembang masih terbuka lebar.

“Saya tidak terburu-buru pindah ke klub lain dan akan tetap di Bojonegoro. Persibo masih bisa mengembangkan pemain kalau melihat bagaimana musim lalu begitu banyak pemain ke timnas. Jadi tidak harus berpindah klub untuk menjadi pemain yang lebih baik,” yakin Wahyu Teguh yang pernah seleksi timnas.

Wahyu dianggap salah satu pemain masa depan Persibo sekaligus penerus generasi Samsul Arif. Musim lalu dirinya mendapat kesempatan bermain di tim utama walau tidak secara reguler. Namun kepercayaan Camargo waktu itu dianggapnya sebuah langkah yang luar biasa.

“Semoga pelatih baru nantinya juga percaya kepada pemain-pemain muda. Sebenarnya saya sudah sangat cocok dengan Camargo dan berharap mendapat pelatih seperti dia lagi. Keinginannya mencetak pemain bagus memang layak diacungi jempol,” ucap pemain berposisi striker atau gelandang serang ini.