SURABAYA—Klub-klub level atas di Jawa Timur hampir semuanya telah melakukan persiapan untuk musim depan, salah satunya menunjuk pelatih. Baik klub di Indonesian Super League (ISL) maupun Indonesian Premier League (IPL), telah memasuki tahap awal pembentukan tim.

Musim depan, total ada delapan klub Jawa Timur yang berlaga di kompetisi ISL dan IPL. Mereka adalah Arema ISL, Arema IPL, Persema Malang, Persibo Bojonegoro, Persela Lamongan, Persebaya Surabaya, Persepam Madura United (P-MU), dan Persegres Gresik.

Sejauh ini hanya Persibo Bojonegoro yang belum memiliki pelatih, kendati dikabarkan tengah berkomunikasi dengan pelatih asal Malaysia, Raja Isa. Sedangkan enam klub lainnya sudah memiliki pelatih, walau persiapan tim ada yang belum dimulai sepenuhnya.

Bicara soal pelatih, kompetisi ISL tampaknya lebih senang memakai jasa pelatih lokal dibanding IPL. Dari empat tim yang berlaga di ISL, hanya Persela Lamongan yang memakai pelatih asing setelah menggaet mantan pelatih Persiwa Wamena Gomez de Oliviera.

Sedangkan tiga pelatih lainnya adalah pelatih asli Indonesia, yakni Rahmad Darmawan (Arema ISL), Suharno (Persegres), serta Mustaqim (P-MU). Sedangkan klub IPL Jawa Timur berpotensi tidak memiliki pelatih lokal. Arema IPL dan Persema dipastikan tidak mengalami perubahan.

Arema IPL telah memperpanjang kontrak Dejan Antonic, seperti halnya Persema yang masih percaya pada Slave Radovski. Yang masih menjadi tanda tanya adalah Persibo Bojonegoro dan Persebaya Surabaya. Persebaya yang sebelumnya berhasrat menunjuk Ibnu Grahan, ternyata juga masih diragukan karena mendapat protes dari supporter.

Walau begitu, hanya Persebaya yang masih berkesempatan memakai pelatih lokal, setelah Persibo mantap pada Raja Isa. Persebaya bisa memaksakan diri memakai Ibnu Grahan, atau menunjuk pelatih lain misalnya Danurwindo yang selama ini menyeleksi pemain Persebaya.

“Menurut saja pelatih asing masih terlalu banyak di Indonesia. Saya pribadi bersyukur masih diberi kesempatan melatih tim di kompetisi ISL, seperti halnya Mas Mustaqim di Persepam. Saya tidak berhenti berdoa dan berharap pelatih lokal Indonesia lebih mendominasi klub-klub Indonesia,” ungkap Suharno, pelatih Persegres Gresik.

Suharno memberikan contoh Rahmad 'RD' Darmawan yang tumbuh menjadi pelatih papan atas di sepakbola Indonesia. Menurutnya selain kualitas individu, pelatih bisa menjadi seperti Radmad Darmawan karena adanya kesempatan yang diberikan klub. Suharno yakin masih banyak pelatih yang bisa menyamai prestasi RD.

Bukan bermaksud diskriminasi, Suharno ingin perkembangan pemain Indonesia juga diikuti kualitas pelatih. “Siapa sih yang tidak kagum ketika ada tim juara dan pelatihnya orang Indonesia. Jelas kita semua tidak ingin pelatih lokal hanya menangani tim amatir atau tim kecil,” cetusnya.

Suharno juga angkat topi dengan keputusan Persegres merekrutnya sebagai pelatih musim depan. Kendati mempunyai modal keuangan lumayan, Persegres tidak bernafsu mendatangkan pelatih impor dan masih percaya pada kemampuan mantan pelatih Deltras Sidoarjo dan Arema tersebut.

Senada juga dituturkan Mustaqim yang ingin ke depannya lebih banyak klub Jawa Timur yang memercayai pelatih lokal. “Saya amati ada beberapa calon pelatih berbakat yang sekarang masih menjadi asisten pelatih. Semoga mereka bisa mengadopsi ilmu dari pelatih asing agar menjadi pelatih bagus di masa depan,” katanya.