PDA

View Full Version : Pep yang kini jadi diktator di Bayern



gilabola
02-01-2014, 05:22 PM
Josep “Pep” Guardiola tak ingin main-main apalagi bersikap santai di geladak kepelatihan Bayern Munich, begitupun harapannya pada para pemainnya. Eks-nakhoda Barcelona itu ingin menjalani tugasnya dengan tangan besi bak diktator.

Ya, cara keras nan tegas akan diambilnya guna membebaskan beban berat berupa sejumlah warisan gelar yang diembannya sejak diumumkan sebagai suksesor Jupp Heynckes. Seraya menanti pilar-pilarnya kembali prima, Guardiola ingin semua pemainnya ‘nurut’ dengan semua keputusannya.

Keputusan yang tentunya berujung pada kepentingan dan kejayaan raksasa Bavaria. Siapa yang enggan menuruti setiap arahan dan perintahnya, sanksinya tak hanya sekadar jadi penghuni bench, tapi sama sekali takkan dimasukkan daftar skuad dan terpaksa hanya melihat rekan-rekannya dari tribun stadion.

“Saya yakin bahwa kami bisa lebih baik ketika semua pemain sudah fit. Tapi kami hanya akan memburu banyak gelar di akhir musim, jika setiap pemain menerima keputusan saya dalam skuad yang hebat ini,” tegas Guardiola, seperti dilansir Goal, Kamis (17/10/2013).

“Jika tidak, maka kami akan punya masalah. Saya berteman baik dengan para pemain yang menerima terkait apa yang saya katakan. Saya mendukung mereka yang menerima keputusan saya. Namun bagi mereka yang tak mau memahami, hanya akan duduk di tribun. Saya katakan lagi: kami butuh (ketaatan) semua pemain,” lanjutnya.

So far, Guardiola belum menemukan pemain “nakal” yang ogah menuruti instruksinya. Selama ini pula, Die Rote Teufel masih stabil dan mapan. Bisa dilihat dari kedudukan mereka yang saat ini, memuncaki klasemen Bundesliga dan tampil mengesankan di Champions League saat menghajar Manchester City, 3-1.

“Berada di puncak klasemen pada bulan Oktober bukanlah hal terpenting, tapi selalu menyenangkan rasanya bisa memimpin. Saat ini yang terpenting adalah bagaimana kami menerapkan gaya permainan kami,” tambah Guardiola.

“Performa kami masih dalam proses, termasuk ketika melawan Manchester City dan (Bayer) Leverkusen di mana kami memperlihatkan bahwa kami mencapai level yang sepantasnya. Kami ingin mempertahankan itu di pekan-pekan ke depan,” sambungnya.

“Jujur, saya benar-benar terkejut dengan cepatnya para pemain menerima ide-ide saya. Tapi yang jelas kami masih butuh waktu walau level (permainan) kami sudah sangatm sangat tinggi. Saya senang dengan cara kami bermain,” tuntas Guardiola (http://bola.okezone.com/read/2013/10/17/48/882558/sinyal-kediktatoran-guardiola).