PDA

View Full Version : "False-Nine" Bayern Taklukkan Die Borussen



gilabola
02-01-2014, 05:21 PM
DORTMUND – Gagal menembus pertahanan Borussia Dortmund dengan permainan lazimnya, Bayern Munich coba meniru gaya Barcelona dan Spanyol. Skema “false-nine” diterapkan dan hasilnya, tiga gol tanpa balas bikin Dortmund bertekuk-lutut di kandang sendiri, Minggu (24/11/2013) dini hari.

Jalannya Pertandingan
Babak Pertama
Dortmund menguasai tekanan lebih dulu dan bahkan di menit keempat, sudah mengemas peluang pertamanya. Robert Lewandowski yang menadah crossing Henrikh Mkhitaryan, melancarkan sepakan voli keras. Sial, arah bola masih tipis melewati tiang gawang Manuel Neuer.

Peluang emas berikutnya baru bisa dikemas Dortmund pada menit ke-29. Lewat akselerasi cepat, Marco Reus kemudian melepaskan tembakan keras lagi ke arah gawang Bayern. Namun kali ini Neuer masih sigap mementahkan.

Dua ancaman beruntun jadi jawaban Raksasa Bavaria setelah mampu lepas dari tekanan untuk membalas. Menit ke-35, Mario Mandzukic melakukan over-head kick yang masih bisa diblok Roman Weidenfeller. Tak berapa lama, tembakan berikutnya meluncur dari kaki Thomas Müller yang lagi-lagi bisa diamankan Weidenfeller.

Sebelum jeda, tim tamu kembali menelurkan teror di gawang Die Schwarzgelben. Dikreasikan long-ball Arjen Robben dengan sasaran Mandzukic, bomber internasional Kroasia itu malah menempatkan bola keluar sasaran. Interval perdana rampung, clash dua raksasa Bundesliga ini masih sama kuat, 0-0.

Babak Kedua
Tempo permainan cepat dengan intensitas tinggi tetap terlihat di paruh kedua. Bayern membuka peluang lebih dulu saat babak kedua baru bergulir 10 menit. Hauptmann (kapten) Philipp Lahm mengawali ancaman dengan crossing-nya yang kemudian coba disontek Müller. Nahas, bola masih melebar dari gawang Die Borussen.

Merasa timnya tak punya perkembangan berarti, arsitek Josep Guardiola coba menerapkan formula “false-nine” ala Barca dan tim nasional Spanyol, dengan menarik keluar satu-satunya stürmer (penyerang) murni, Mandzukic dengan digantikan Mario Götze. Keputusan Guardiola itu pun nampaknya tepat.

Menit ke-66, Götze yang namanya besar bersama Dortmund, sontak mendiamkan publik lembah Ruhr dengan gol pemecah kebuntuannya. Memaksimalkan passing Müller, Götze yang berada tepat di jantung pertahanan Dortmund segera melepaskan tembakan yang gagal dihalau Weidenfeller.

Tertinggal 0-1, Dortmund yang tersengat tak ingin ambil waktu lama untuk lebih agresif dan mencari gol penyama kedudukan. Menit ke-73, Lewandowski membidani peluang Reus yang sialnya, masih bisa diselamatkan Neuer dengan apik.

Masih frustrasi mencari gol penyeimbang, tuan rumah malah dikejutkan gol kedua Die Rote Teufel. Mendapat ruang tembak di sisi kiri, Robben coba melayangkan sepakan placing yang jadi ciri khas-nya. Tak dinyana, Weidenfeller gagal membendung dan mesti memungut bola dari gawangnya untuk kali kedua pada menit ke-85.

Malam Dortmund di kandang sendiri kian kelam. Gol ketiga Bayern akhirnya menutup pertarungan dua tim kelas berat Bundesliga di Spieltag ke-13 ini pada menit ke-88, yang berawal dari overlap Lahm dan melayani Müller dengan back-pass hingga segera disontek melewati Weidenfeller.

Gol Muller itu ternyata jadi penutup lawatan Bayern ke markas Dortmund. Tiga poin memang sukses dibawa pulang. Tapi yang paling jadi kebanggaan, tentu prestise kemenangan di duel Der Klassiker edisi ke-95 kontra musuh bebuyutan mereka dengan skor mutlak, 3-0.

Sumber (http://bola.okezone.com/read/2013/11/24/48/901755/false-nine-bayern-taklukkan-die-borussen)